Konser Story of The Year
Aksi “Rocker” Missouri
SP/YC Kurniantoro
Personel grup musik rock asal Amerika Serikat Story of The Year memukau penonton saat konser di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/6). Konser ini dibuka dengan penampilan grup rock asal Kanada Your Favorite Enemy.
“Welcome Jakarta, We are Story of the Year”
Suara itu tiba-tiba menggema. Sontak penonton bereaksi saat personel Story of The Year tiba-tiba muncul dari kegelapan panggung.
Tanpa basa-basi, Story of The Year langsung mengge- brak dengan musik rock ciri khas mereka, didahului oleh aksi gebukan drum Josh Wills yang memukau. Lagu berjudul Hero mengawali konser di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/6), yang bertajuk The Black Swan.
Penonton langsung berjingkrak-jingkrak bersorak, ketika intro lagu tersebut dimainkan dengan penuh semangat oleh grup asal Saint Louis, Missouri, Amerika itu, menyapa penggemarnya yang cukup fanatik. Dengan sorotan lampu warna-warni, membuat suasana semakin meriah. Story of The Year pun mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama.
Setelah lagu Hero selesai, langsung dilanjutkan dengan Falling Down dan Antidote.
Pada lagu Wake Up yang merupakan tembang baru dari album ketiga, Story of The Year kembali membakar semangat penonton yang kebanyakan pemuda-pemudi. Walaupun lagu tersebut dibilang baru, namun ternyata lirik lagu itu sudah akrab di telinga penonton.
Band beraliran rock yang beranggotakan Dan Marsala (vokal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russell (bass), dan Josh Wills (drum) ini, tampil energik dan komunikatif kepada penonton.
Sang vokalis Dan Marsala yang bernyanyi sambil melompat-lompat dan berlarian di panggung, membuat penonton terkesima dengan aksi panggungnya. Begitu pula dengan gitaris dan pemain bas, yang turut melompat sambil memutar gitar dan basnya di udara. Memukau!
Di pertengahan konser, aksi panggung Philips, Sneed, dan Russel semakin memanas “menggila” tak terduga. Mereka melakukan atraksi sirkus dengan bersalto ke belakang yang mengundang decak kagum penonton. Sementara itu, Marsala dan Wills malah terlihat acuh, konsentrasi bernyanyi dan menabuh dram.
Selanjutnya pada lagu Sidewalks, penonton dibawa ke dalam suasana aransemen rock yang slow. Penonton terlihat santai dalam menyanyikan lagu itu yang dipandu oleh Marsala sendiri. Sementara pada lagu In The Shadows, Carl Sagon, Welcome to Our New War, suasana kembali lebih keras dan panas layaknya musik rock sejati.
Selain membawakan lagu-lagu dari album kedua dan ketiga, Story of The Year juga menyanyikan single pertama dari album perdananya, yaitu Until The Day I Die yang menjadi andalan utamanya. Semalam, mereka membawakan 17 lagu, yang dipersembahkan untuk penggemar di Jakarta.
Story of The Year, band anak muda ini, tampil pertama kali di Indonesia, untuk memenuhi kepuasaan penggemarnya dengan dipromotori Venire Music yang bekerja sama dengan Variant Records Jakarta.
Menurut promotor Venire Music, Victor Gosana, Story of The Year membawakan lagu-lagu yang memiliki pesan perdamaian. Isu yang dibawakan dalam lagu rock itu, berisi tentang yang terjadi di dunia, seperti perang, rasisme, sosialisme, dan anarkisme.
Dikutip dari Suara Pembaruan 6 Juni 2008